#Camat Susut Bersapa, Bersinergi Untuk Menyapa# Antrean BBM di Bali, Kecamatan Susut Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Bijak

Oleh : | 16 Oktober 2026 | Dibaca : 5 Pengunjung


#Camat Susut Bersapa, Bersinergi Untuk Menyapa# Antrean BBM di Bali, Kecamatan Susut Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Bijak

Susut, 16 Oktober 2026 — Kondisi antrean panjang dan keterbatasan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Bali sejak 13 Oktober 2026 turut dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Kondisi ini menjadi perhatian bersama karena BBM merupakan kebutuhan penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, kegiatan perekonomian, serta pelayanan publik sehari-hari.

Pemerintah memahami bahwa situasi ini dapat menimbulkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Namun, masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak panik. Antrean yang terjadi tidak serta-merta berarti bahwa seluruh persediaan BBM di Bali telah habis. Pemerintah Provinsi Bali bersama PT Pertamina Patra Niaga terus melakukan langkah penanganan untuk memperlancar distribusi dan mengurai antrean di SPBU. Gubernur Bali juga telah menyampaikan bahwa pasokan Pertalite dan Pertamax diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga dua minggu setelah masuknya pasokan terbaru. 

Surat Edaran Gubernur Bali sebagai Langkah Penanganan Antrean BBM

Dalam rangka mengatasi antrean panjang BBM, Pemerintah Provinsi Bali menetapkan langkah penanganan melalui pengaturan pengisian BBM di SPBU. Salah satu kebijakan yang diumumkan adalah penerapan sistem ganjil-genap berdasarkan angka terakhir nomor polisi kendaraan untuk pembelian BBM bersubsidi, yang dijadwalkan berlaku pada 17–19 Oktober 2026. 

Selain itu, langkah penanganan yang perlu diperhatikan masyarakat meliputi:

  1. Penerapan sistem ganjil-genap, yaitu pengaturan pengisian BBM berdasarkan angka terakhir nomor polisi kendaraan sesuai jadwal resmi.

  2. Penjadwalan ulang pengisian BBM kendaraan truk, untuk mengurangi penumpukan kendaraan pada waktu pelayanan yang sama.

  3. Prioritas bagi kendaraan darurat, khususnya ambulans dan mobil pemadam kebakaran (damkar), agar pelayanan kesehatan dan penanganan keadaan darurat tetap berjalan.

  4. Pengaturan volume pengisian BBM, termasuk ketentuan batas pengisian sebesar 70 persen sebagaimana informasi kebijakan yang perlu disesuaikan dengan bunyi resmi surat edaran dan petunjuk teknis pelaksanaannya.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti ketentuan yang diumumkan oleh pemerintah dan petugas SPBU. Pengaturan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi antrean, menjaga ketertiban, serta mendukung pemerataan pelayanan BBM.

Kecamatan Susut Ajak Masyarakat Menghindari Pembelian Berlebihan

Pemerintah Kecamatan Susut mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi situasi ini secara bijaksana. Masyarakat tidak perlu terburu-buru melakukan pengisian BBM apabila belum diperlukan dan diharapkan tidak membeli BBM secara berlebihan hanya karena khawatir kehabisan.

Penggunaan BBM sesuai kebutuhan merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama. Dengan tidak melakukan pembelian berlebihan, masyarakat turut membantu menjaga ketersediaan BBM bagi pengguna lain yang juga membutuhkannya untuk bekerja, bersekolah, menjalankan usaha, maupun memperoleh pelayanan kesehatan.

Masyarakat juga diharapkan merencanakan perjalanan dengan baik, menggunakan kendaraan secara bijak, menjaga ketertiban saat mengantre, serta tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU.

Informasi mengenai jadwal pengisian dan ketentuan pembelian BBM hendaknya diperoleh dari sumber resmi. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kekhawatiran dan memperburuk situasi.

Menjaga Ketenangan dan Kebersamaan di Tengah Keterbatasan

Pemerintah Kecamatan Susut memahami bahwa keterbatasan BBM dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi yang jelas, sikap saling menghormati, serta kerja sama seluruh pihak sangat diperlukan agar situasi tetap aman dan kondusif.

Masyarakat diharapkan memberikan ruang bagi petugas untuk melaksanakan pengaturan di lapangan serta mendukung prioritas pelayanan bagi kendaraan darurat. Kepentingan bersama perlu diutamakan agar kebutuhan masyarakat dapat dilayani secara tertib.

Kondisi ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat gotong royong dan saling peduli. Dengan bersikap tenang, disiplin, dan tidak berlebihan dalam membeli BBM, masyarakat dapat berkontribusi nyata dalam mendukung upaya penanganan yang dilakukan pemerintah.

Pemerintah Kecamatan Susut mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Pemerintah bersama instansi terkait terus berupaya menangani kondisi antrean dan mendukung kelancaran distribusi BBM.

Mari bersama-sama menjaga ketertiban, menyaring informasi sebelum membagikannya, dan saling mendukung di tengah keterbatasan. Dengan kebersamaan dan kedisiplinan, diharapkan aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan dengan baik serta suasana aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kecamatan Susut tetap terjaga.

PEMERINTAH KECAMATAN SUSUT

Bersama Menjaga Ketertiban, Mengutamakan Kepentingan Masyarakat, dan Tetap Tenang di Tengah Keterbatasan.


BERITA LAINNYA

LIHAT ARSIP BERITA LAINNYA

 

CAMAT

I Dewa Putu Apriyanta,S.STP.,M.Si